Monday, December 04, 2006

 

Truk dan Jenggulan

Rahim Purba

Pas truk lagi jalan, tiba-tiba ada jenggulan. Tapi sopir truk itu tidak melihat jenggulan. Lalu jenggulan itu ditelindes truk. Lampu tilut-tilut truk itu tergoyang-goyang. Tiba-tiba jenggulan yang dilewati truk itu sudah selesai. Tapi masih ada geronjal banyak. Geronjal itu tidak bisa terlihat batunya tapi terlihat tambalannya saja.

Tiba-tiba angin bertiup kencang. Tapi angin tidak bisa menabrak bak. Maka pun angin itu naik. Tapi truk itu tidak bisa menahan apapun.

Tapi penumpangnya tidur. Tapi tidak ada yang terang, tapi gelap. Maka pun monster datang. Maka pun tidak ada yang mau dengan monster. Tapi bak itu kuat. Jengglengan makin banyak dan semua orang makin senang. Dan tidak ada yang suka monster itu. Monster itu pergi.

(Diceritakan sambil melukis mobil truk pada hari sabtu, 2 desember 2006)

This page is powered by Blogger. Isn't yours?